Berita kasus “Nasrudin Zulkarnaen VS Antasari Azhar” dalam memperebutkan Caddy Girl “Rani Juliani” terus dibahas televisi. Entah itu acara berita umum maupun gosip, isinya selalu sama yang membahas keberadaan caddy girl manis Rani Juliani. Skenario yang berkembang saat ini adalah bahwa Rani Juliani menjebak “Antasari Azhar” berbuat mesum di sebuah kamar hotel dengan sepengetahuan “Nasrudin Zulkarnaen”. Kemudian Nasrudin dan Rani bekerjasama untuk memeras Antasari Azhar atas perbuatan mesum terhadap istri ketiga nasrudin yang dinikahi secara siri. Merasa terancam jika terekspose ke media, mengingat profesi Antasari Azhar adalah ketua KPK, maka beliaupun memutuskan untuk menghabisi nyawa Nasrudin dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan mantan kapolres Jakarta selatan.
Begitulah skenario yang berkembang di kasus pembunuhan berencana Nasrudin Zulkarnaen, walaupun sejujurnya saya merasa rancu jika benar masalahnya adalah cemburu atau merebutkan Caddy Girl Rani Juliani. Ya iya lah masa masalah cewek saja harus melibatkan banyak tokoh penting di Indonesia. Konon katanya Rani Juliani saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian. Rani yang sebelum terjadi kasus pembunuhan adalah seorang mahasiswi STMIK Raharja Jakarta semester 2, kini berdasarkan isu yang berkembang memiliki rekening tabungan sebesar 300M. Padahal dengan status istri ketiga(dinikahi siri Nasrudin) tentunya pembagian jatah rumahtanggan tidak akan sebesar itu, sebagai caddy girl di padang golf modern land gaji tersebut saya rasa sangat tinggi sekali. Lalu dari manakah uang tersebut?
Sebagai seorang mantan ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), sangat pantas sekali jika Antasari Azhar memiliki banyak musuh. Apalagi di masa kepemimpinannya banyak kasus korupsi yang terungkap, bahkan besan SBY saja yaitu Aulia Pohan dapat di masukan penjara. Intinya Antasari Azhar cukup sukses mengerjakan tugasnnya, jadi sangat mungkin sekali jika beliau selalu di ganggu. Sangat mungkin juga jika Rani Juliani hanyalah sekedar umpan bagi Antasari Azhar untuk melakukan kesalahan. Sialnya Antasari azhar malah terpancing dan memakan umpan yang diberikan berupa Rani Juliani. Terkahir saya dengar berita, kasusu tersebut sudah mulai berkembang. Tidak hanya kasus cinta saja, tapi ada pengusaha lain yang terlibat dan berhubungan dengan Korupsi di BUMN.


gina bahriana
May 13th, 2009 at 9:28 am #redaksi
CINTA BIRAHI ANTASARI
Antasari Azhar memang fenomenal. Menyala bagai api, melompat dari hati, membakar hangus koruptor lalu jatuh, menghilang menjadi abu. Hancur nama dan karirnya. Dia tersangka aktor intelektual pembunuhan Nasrudin, dengan latar cinta segitiga.
Benarkah pembunuh Nasrudin adalah Antasari??!!
Lepas dari persoalan pro dan kontra persoalan itu, ini adalah hasrat permasalahan cinta.
Cinta… selalu menghidangkan suatu madah tersendiri di segala lapisan masyarakat. Cinta selalu menguak rahasia alam dan misteri keabadian. Seperti tertulis dalam kisah Julius Caesar-Cleopatra, Bill Clinton-Monica Lewinski, Yahya Zaini-Maria Eva, Al Amin-Eifel, kini Antasari-Rani, semua berlatar belakang cinta.
Cinta telah membutakan mata meraka. Bagai setangkai mawar mekar indah, namun disekelilingnya dibangun pagai berduri. Mereka membabat habis pagar itu tanpa membiarkan ia berjalan dalam prosesi cinta.
Dari semua permasalahan,cinta selalu menampakkan fragment kekakuan, tiap-tiap segi permasalahan cinta membawa derita, memojokkan manusia menuju kehidupan yang serba fana.
Julius Cesar akhirnya hidup sendiri ditinggal mati Cleopatra, Al-amin dihukum 10 tahun penjara kemudian bercerai dengan kristina. Kini Antasari membunuh Nasrudin dengan latar cinta pula
Berkaca dari permasalahan itu semua, Mungkin kita harus belajar kembali apa itu cinta??!! seorang pujangga Yunani, Plato pernah berkata, bahwa cinta yang murni adalah cinta yang bebas dari pengaruh nafsu kekelaminan. Ajaran cinta ini dikatakan olehnya cinta para Dewata.
Pertanyaan besar dalam diri kita. Akankah kita harus kembali mengamalkan yang telah lama punah itu??!!